Home » Financial Planning » Meningitis Bakterial menyebabkan 50% Penderitanya Meninggal, sisanya Lumpuh, Tuli dan Epilepsi!

Meningitis Bakterial menyebabkan 50% Penderitanya Meninggal, sisanya Lumpuh, Tuli dan Epilepsi!

meningitis bakterial Meningitis Bakterial menyebabkan 50% Penderitanya Meninggal, sisanya Lumpuh, Tuli dan Epilepsi!Banyak ahli kesehatan berpendapat penyebab penyakit meningitis adalah virus yang umumnya tidak berbahaya dan akan pulih tanpa pengobatan dan perawatan yang spesifik.

Tapi, ceritanya akan lain lagi dengan meningitis yang disebabkan oleh bakteri, justru bisa mengakibatkan kondisi serius, misalnya kerusakan otak, hilangnya pendengaran, kurangnya kemampuan belajar, bahkan bisa menyebabkan kematian. Serem juga ya, sedangkan meningitis yang disebabkan oleh jamur sangat jarang. Jenis ini umumnya diderita oleh orang yang daya tahan tubuhnya menurun seperti pada penderita HIV/AIDS.

Biar lebih jelasnya kita perlu mengetahui apasih penyakit meningitis itu dan bahaya-nya seperti apa buat kelangsungan hidup si penderitanya.  Dan satu lagi yang penting, cara klaim asuransinya bagaimana.

Silahkan simak tulisan lanjutannya…

Menurut Dr. Hardiono Pusponegoro, Sp.A(K) Seorang ahli tumbuh kembang Anak dari Departemen Ilmu kesehatan FKUI -RSCM Penyakit Meningitis Bakterial atau sering dengan bahasa kerennya sering di sebut dengan pneumoniae merupakan ancaman terhadap anak-anak kerena dapat menyebabkan kematian pada penderitanya sampai angka 50% dan apabila dapat sembuh, dan ini nilai yang sangat bahaya karena apabila sipenderita sembuh sering terjadi gejala sisa dari penyakit meningitis seperti lumpuh, tuli, epilepsi serta retardasi mental.

Dan biasanya bagi orangtua belum terlalu paham gejala dan penyebab dari penyakit meningitis, sering kali orang tua menggangap penyakit tersebut hanyalah penyakit yang biasa saya tanpa mengetahui bahaya dari penyakit tesebut.

Bisa kita ketahui apa sih sebenarnya meningitis itu?

Meningitis adalah Penyakit radang selaput Otak. Penyakit ini terjadi pada meninges, yaitu selaput (membrane) yang melapisi otak atau syaraf tunjang. Meningitis itu dapat disebabkan oleh berbagai organisme seperti virus, bakteri, ataupun jamur yang menyebar masuk ke dalam darah dan berpindah kedalam cairan otak.

Gejalanya sendiri antara lain:
1. Demam dan Kejang
2. Tampak Lemah dan pendiam (tidak aktif)
3. Gemetar
4. Sering mengalamI Muntah-muntah
5. Diare
6  Sesak nafas
7. dan biasanya bila terjadi pada bayi adalah di daerah ubun-ubun tampak membesar dan menonjol.

Penyebab Penyakit Meningitis

Meningitis yang disebabkan oleh virus dapat ditularkan melalui batuk, bersin, ciuman,berbagai makanan atau sendok, pemakaian sikat gigi bersama dan merokok bergantian dalam satu batangnya, selain itu meningitis bisa disebabkan oleh virus umumnya tidak berbahaya, akan pulih tanpa pengobatan dan perawatan yang spesifik.

Namun Meningitis disebabkan oleh bakteri bisa mengakibatkan kondisi serius, misalnya kerusakan otak, hilangnya pendengaran, kurangnya kemampuan belajar, bahkan bisa menyebabkan kematian. Sedangkan Meningitis disebabkan oleh jamur sangat jarang, jenis ini umumnya diderita orang yang mengalami kerusakan immun (daya tahan tubuh) seperti pada penderita AIDS.

Bakteri yang dapat mengakibatkan serangan meningitis diantaranya :

1. Streptococcus pneumoniae (pneumococcus).
Bakteri ini yang paling umum menyebabkan meningitis pada bayi ataupun anak-anak. Jenis bakteri ini juga yang bisa menyebabkan infeksi pneumonia, telinga dan rongga hidung (sinus).

2. Neisseria meningitidis (meningococcus).
Bakteri ini merupakan penyebab kedua terbanyak setelah Streptococcus pneumoniae, Meningitis terjadi akibat adanya infeksi pada saluran nafas bagian atas yang kemudian bakterinya masuk kedalam peredaran darah.

3. Haemophilus influenzae (haemophilus).
Haemophilus influenzae type b (Hib) adalah jenis bakteri yang juga dapat menyebabkan meningitis. Jenis virus ini sebagai penyebabnya infeksi pernafasan bagian atas, telinga bagian dalam dan sinusitis. Pemberian vaksin (Hib vaccine) telah membuktikan terjadinya angka penurunan pada kasus meningitis yang disebabkan bakteri jenis ini.

4. Listeria monocytogenes (listeria).
Ini merupakan salah satu jenis bakteri yang juga bisa menyebabkan meningitis. Bakteri ini dapat ditemukan dibanyak tempat, dalam debu dan dalam makanan yang terkontaminasi. Makanan ini biasanya yang berjenis keju, hot dog dan daging sandwich yang mana bakteri ini berasal dari hewan lokal (peliharaan).

5. Bakteri lainnya yang juga dapat menyebabkan meningitis adalah Staphylococcus aureus dan Mycobacterium tuberculosis.

Penanganan dan Pengobatan Penyakit Meningitis

Apabila ada tanda-tanda dan gejala seperti di atas, maka secepatnya penderita dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan pelayan kesehatan yang intensif. Pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium yang meliputi test darah (elektrolite, fungsi hati dan ginjal, serta darah lengkap), dan pemeriksaan X-ray (rontgen) paru akan membantu tim dokter dalam mendiagnosa penyakit. Sedangkan pemeriksaan yang sangat penting apabila penderita telah diduga meningitis bakterial adalah pemeriksaan Lumbar puncture (pemeriksaan cairan selaput otak).

Jika berdasarkan pemeriksaan penderita didiagnosa sebagai meningitis, maka pemberian antibiotik secara Infus (intravenous) adalah langkah yang baik untuk menjamin kesembuhan serta mengurang atau menghindari resiko komplikasi. Antibiotik yang diberikan kepada penderita tergantung dari jenis bakteri yang ditemukan.

Adapun beberapa antibiotik yang sering diresepkan oleh dokter pada kasus meningitis yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae dan Neisseria meningitidis antara lain Cephalosporin (ceftriaxone atau cefotaxime). Sedangkan meningitis yang disebabkan oleh bakteri Listeria monocytogenes akan diberikan Ampicillin, Vancomycin dan Carbapenem (meropenem), Chloramphenicol atau Ceftriaxone.

Treatment atau therapy lainnya adalah yang mengarah kepada gejala yang timbul, misalnya sakit kepala dan demam (paracetamol), shock dan kejang (diazepam) dan lain sebagainya.

Pemberian Imunisasi vaksin (vaccine) Meningitis merupakan tindakan yang tepat terutama didaerah yang diketahui rentan terkena wabah meningitis, adapun vaccine yang telah dikenal sebagai pencegahan terhadap meningitis diantaranya adalah ;
1. Haemophilus influenzae type b (Hib)
2. Pneumococcal conjugate vaccine (PCV7)
3. Pneumococcal polysaccharide vaccine (PPV)
4. Meningococcal conjugate vaccine (MCV4)

Bagaimana Prosedur yang harus anda perhatikan kalo akan meng-cover klaim penyakit Meningitis ini?

Banyak Orang mengeluh betapa sulitnya mengurus klaim Asuransi kesehatan. bahkan tidak jarang kita bisa menemukan dibanyak yang memuat kolom surat pembaca berbagai keluhan terhadap proses klaim asuransi yang berbelit -belit juga memakan waktu. Karena itu, dalam pengajuan klaim asuransi kesehatan agar berjalan lancar dan perlu di ketahui langkah-langkahnya.

Biasanya ada dua manfaat yang diberikan kepada tertanggung, yaitu manfaat rawat jalan maupun rawat inap. Kedua manfaat asuransi kesehatan ini meliputi semua penggantian biaya pengobatan baik di klinik, Rumah sakit, praktek dokter, pemeriksaan laboratorium ataupun foto rongten.

Untuk dapat dikategorikan sebagai klaim manfaat penyakit kritis, kebanyakan perusahaan asuransi mengcover jenis meningitis bakterial, dimana klaim dapat diajukan apabila penyakit ini mengakibatkan defisit neurologik permanen yang menimbulkan ketidakmampuan total dari tertanggung untuk melakukan 3 hal dari 6 kriteria Aktifitas hidup sehari-hari dengan atau tanpa bantuan secara terus menerus selama minimal 6 bulan.

Berikut ini adalah beberapa tips dalam mengajukan klaim manfaat rawat jalan maupun rawat inap dengan sistem Reimbursement.

1. Setelah pengobatan dan pengambilan obat selesai ajukanlah klaim sesegera mungkin ke perusahaan asuransi, semakin cepat diajukan semakin cepat akan mendapatkan kembali uang anda.

2. Sertakan kwitansi asli atau foto copy yang berlegalisir

3. Untuk berbagai kwitansi seperti kwitansi dari dokter, apotik atau laboratorium harus lengkap terisi data antara lain:
* Nama Dokter
* Nama Pasien
* Tanggal Pengobatan
* Jenis Obat yang digunakan dan pengobatannya
* Hasil diagnosa dari dokter
* mengisi form klaim dan surat keterangan dari dokter yang ditentukan oleh perusahaan asuransi

Pastikan anda mempunyai polis asuransi yang meng-cover penyakit menginitis bakterial atau yang sering di sebut pneumonia dengan pertanggungan yang cukup untuk membiayai pengobatan dan perawatan kalau sampai mengalami musibah ini. Jangan dianggap remeh, sebab 50% penderitanya meninggal, sisanya lumpuh, tuli dan epilepsi.

Silahkan cek polis asuransi jiwa anda, share yang kurang anda pahami dengan menulis komentar disini, siapa tahu saya atau teman-teman yang lain bisa bantu jawab…

Salam Sejahtera,

Profile August sketch Meningitis Bakterial menyebabkan 50% Penderitanya Meninggal, sisanya Lumpuh, Tuli dan Epilepsi!

Augustinus Widjaya
K1Mconsulting.com

3 Responses to Meningitis Bakterial menyebabkan 50% Penderitanya Meninggal, sisanya Lumpuh, Tuli dan Epilepsi!

  1. [...] prodromal berlangsung antara 1-4 hari. Pada umumnya pasien ensefalitis menunjukkan gejala seperti penyakit meningitis namun tanpa disertai adanya tanda-tanda perangsangan meningeal. Perangsangan meningeal dapat [...]

  2. [...] prodromal berlangsung antara 1-4 hari. Pada umumnya pasien ensefalitis menunjukkan gejala seperti penyakit meningitisnamun tanpa disertai adanya tanda-tanda perangsangan meningeal. Perangsangan meningeal dapat [...]

  3. [...] prodromal berlangsung antara 1-4 hari. Pada umumnya pasien ensefalitis menunjukkan gejala seperti penyakit meningitis namun tanpa disertai adanya tanda-tanda perangsangan meningeal. Perangsangan meningeal dapat [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>