Bagaimana Cara Memahami Rencana Tuhan yang selalu Indah pada Waktu-Nya
| October 23, 2011 | Posted by Augustinus Widjaya under NewLife |
Hidup ini akan menjadi indah kalau segala sesuatunya direncanakan dan dilaksanakan dengan baik, asal tahu dulu Rancangannya awalnya seperti apa dulu.
Dari tulisan yang lalu sudah sedikit dibahas tentang Apakah Anda seorang Penerima Berkat atau sekedar Saluran Berkat tapi tidak pernah menikmati, sudah dibahas tentang rancana Tuhan dalam hidup kita.
Sekarang akan kita bahas tentang bagaimana bisa tahu rancangan Tuhan untuk tiap-tiap hidup kita, lalu syarat apa yang harus dilakukan agar rancanganNya bisa mulus terjadi dan digenapi dalam hidup kita.
Silahkan baca kelanjutannya…
Kita baca ayat dari kitab Raja-Raja, yaitu di:
2 Raja-Raja 8: 1
(1) Elisa telah berbicara kepada perempuan yang anaknya dihidupkannya kembali, katanya: “Berkemaslah dan pergilah bersama-sama dengan keluargamu, dan tinggallah di mana saja engkau dapat menetap sebagai pendatang, sebab TUHAN telah mendatangkan kelaparan, yang pasti menimpa negeri ini tujuh tahun lamanya.”
Rencana Tuhan selalu berlaku untuk Anak-anak Tuhan dan orang yang diluar Tuhan. Buktinya Tuhan memberitahu perempuan Sunem untuk pergi dari tempat tinggalnya sebab akan terjadi 7 tahun kelaparan.
Apakah Tuhan jahat mau kasih kelaparan kepada umatNya sendiri?
Sudah pasti bukan, Tuhan tidak pernah punya rancangan yang jahat, Tuhan mengajar Anak-AnakNya dengan berbagai cara, salah satunya dengan kelaparan. Dan jauh sebelum semua itu terjadi Tuhan telah memberitahukan rencana-Nya kepada perempuan Sunem tersebut.
Sebenarnya, apakah kelaparan ini terjadi hanya untuk mengajar 1 anak Tuhan yaitu perempuan Sunem dan mengorbankan yang lain?
Kita cari tahu jawabannya di:
Mazmur 92:5-6
(5) Betapa besarnya pekerjaan-pekerjaan-Mu, ya TUHAN, dan sangat dalamnya rancangan-rancangan-Mu.(6) Orang bodoh tidak akan mengetahui, dan orang bebal tidak akan mengerti hal itu.
Jadi percayalah bahwa Rancangan Tuhan sangat dalam dan besar dan pasti tidak akan tumpang tindih. Maksudnya kalau Tuhan mau bikin kita sukses, pasti tidak akan merugikan Anak Tuhan yang lain. Kalau Tuhan mau bikin kita kaya secara materi, pasti tidak akan membuat Anak Tuhan yang lain miskin.
Cobalah dengar dan pahami rencana Tuhan yang diberikan kepada kita, dan segera laksanakan tanpa banyak tanya sana-sini. Jadi jangan mau tahu semuanya dulu baru dilaksanakan.
Kenapa demikian?
Sebab pikiran kita manusia sangat terbatas dan tidak bisa menjangkau maksud rencana Tuhan seluruhnya. Kalau sudah jalanin yang sedikit, nanti pasti ada sambungannya lagi.
Kan hidup harus ada kejutannya, supaya hidup jadi lebih bermakna dan kita menghargai hidup kita, asal kita tahu rancangan awalnya apa dan percaya secara full kepada Sang Pemilik Rencana.
Apa yang dilakukan perempuan Sunem ketika dia mendapat rencana Tuhan untuk dia dan keluarganya?
Kita baca di:
2 Raja-Raja 8: 2
(2) Lalu berkemaslah perempuan itu dan dilakukannyalah seperti perkataan abdi Allah itu. Ia pergi bersama-sama dengan keluarganya, lalu tinggal menetap sebagai pendatang di negeri orang Filistin tujuh tahun lamanya.
Perhatikan ayat diatas, perempuan Sunem yang tidak ada namanya itu, langsung berkemas dan melakukan apa yang dikatakan oleh Nabi Elisa.
Perempuan Sunem itu gak pakai tanya kemana harus pergi, apa yang harus dikerjakan nanti disana, nanti hidupnya gimana? kerja apa?
Inilah kunci sukses untuk menerima berkat Tuhan dengan mengikuti rencana Tuhan dan percaya secara full, gak pakai tanya-tanya yang meragukan Sang Pemilik Rencana.
Lalu apa yang terjadi setelah dia menuruti semua perintah Nabi tersebut?
Kita baca di:
2 Raja-Raja 8 : 3
(3) Dan setelah lewat ketujuh tahun itu, pulanglah perempuan itu dari negeri orang Filistin. Kemudian ia pergi mengadukan perihal rumahnya dan ladangnya kepada raja.
Terkadang kita suka merasa bimbang ketika mulai ikut rencana Tuhan. Sudah nurut untuk pergi meninggalkan tempat tinggalnya selama 7 tahun, dan ketika pulang eh malah langsung ketemu masalah. Rumah dan ladangnya diserobot orang lain.
Tuhan telah menghalaukan dia dan seluruh keluarganya dari kelaparan selama 7 tahun, tapi begitu pulang kok sepertinya jadi gembel, karena tidak punya rumah dan ladang dan siap-siap untuk kelaparan ditengah-tengah kesuburan.
Di dalam situasi seperti apapun, kita harus belajar untuk mengendalikan diri dan jangan sampai menyalahkan Tuhan atas penderitaan yang kita alami. Kita suka cepat mengambil keputusan yang tidak tepat berdasarkan pengelihatan mata kita dan pendengaran telinga kita semata. Memang rencana Tuhan dalam dan besar dan tidak terselami.
2 Raja-Raja 8: 4
(4) Raja sedang berbicara kepada Gehazi, bujang abdi Allah itu, katanya: “Cobalah ceritakan kepadaku tentang segala perbuatan besar yang dilakukan Elisa.”
Pada saat perempuan Sunem itu sedang menuju ke istana Raja Aram, dan pada saat yang bersamaan Raja Aram tersebut sedang berbincang-bincang dengan Gehazi (abdinya Nabi Elisa) tentang perbuatan besar yang dilakukan oleh Nabi Elisa.
Raja Aram yang bukan Anak Tuhan, sedang sakit keras dan ada kerinduan untuk dengar Firman Tuhan. Gehazi ini adalah gambaran kita Anak-Anak Tuhan yang seharusnya, yaitu harus selalu siap untuk menjadi saksi Tuhan dan menceritakan perbuatan besar yang telah dilakukan Tuhan bagi hidup kita, keluarga dan anak-anak Tuhan lainnya.
Mengapa kita harus menjadi saksi Tuhan?
Silahkan baca di:
1 Petrus 2: 9 – 10
(9) Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: (10) kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.
Apa yang harus kita ceritakan sebagai saksinya Tuhan?
Yaitu tentang rancangan Hidup Kekal yang dari Tuhan, sebab kita adalah orang yang terpilih yang kudus dan umat kepunyaan Allah sendiri. Selain itu, ceritakan juga pengalaman iman selama berjalan bersama Tuhan Yesus, sebab kekristenan bukanlah suatu teori, namun berisi pengalaman-pengalaman bagaimana Tuhan Yesus telah menopang hidup kita sampai saat ini.
Kalau ada kerinduan untuk bersaksi, tidak usah kuatir, sebab Timing Tuhan pasti tepat untuk mengaturnya.
Kita kembali ke Gehazi yang sedang berbincang dengan Raja Aram.
2 Raja-Raja 8: 5
(5) Sedang ia menceritakan kepada raja tentang Elisa menghidupkan anak yang sudah mati itu, tampaklah perempuan yang anaknya dihidupkan itu datang mengadukan perihal rumahnya dan ladangnya kepada raja. Lalu berkatalah Gehazi: “Ya tuanku raja! Inilah perempuan itu dan inilah anaknya yang dihidupkan Elisa.”
Ayat diatas bukanlah sesuatu yang kebetulan. Kok bisa pas Gehazi ceritaiin tentang perbuatan Elisa yang membangkitkan anak perempuan Sunem yang sudah mati, lalu tiba-tiba perempuan Sunem itu muncul seperti janjian.
Padahal perempuan Sunem itu datang untuk mengadukan tentang rumah dan ladangnya yang diserobot orang.
Bayangkan, apa yang terjadi kalau perempuan Sunem itu pulangnya tidak pas 7 tahun, misalnya kurang atau lebih 1 hari, pasti tidak akan ketemu Gehazi, dan mungkin sangat mustahil permohonannya dikabulkan oleh Raja.
Artinya Tuhan sudah punya rencana itu jauh dari kejadiaan hari ini. Kalau sudah merasa jalanin rencana Tuhan untuk hidup kita, pastilah nanti rencana besarNya mulai kelihatan sedikit demi sedikit. Asal kita harus sabar.
Lanjutkan baca di:
2 Raja-Raja 8 : 6
(6) Lalu raja bertanya-tanya, dan perempuan itu menceritakan semuanya kepadanya. Kemudian raja menugaskan seorang pegawai istana menyertai perempuan itu dengan pesan: “Pulangkanlah segala miliknya dan segala hasil ladang itu sejak ia meninggalkan negeri ini sampai sekarang.”
Perempuan Sunem ini sudah disiapkan oleh Allah untuk menjadi saksiNya, bahkan bukan dia yang bercerita tentang perbuatan Allah, tapi Raja yang bertanya-tanya. Oleh sebab itu, kita (yang mengaku Anak-Anak Tuhan) harus selalu siap untuk menceritakan dan menjadi saksinya Tuhan.
Apa yang didapat oleh perempuan Sunem karena telah menuruti rencana Tuhan?
Dia mendapatkan kembali haknya atas rumah dan ladangnya dan segala hasilnya selama 7 tahun terakhirpun dikembalikan> padahal dia tidak menanam dan bersusah payah memberi pupuk, tetapi Tuhan menambahkan harta miliknya berlipat kali ganda, hanya karena nurut Firman Tuhan.
Rancangan Tuhan selama 7 tahun sangatlah jelas dan rapih dan tidak tumpang tindih.
Tuhan gak butuh orang pintar untuk jalanin rencanaNya, tapi Tuhan butuh orang yang nurut Firman.
Angka 7 dalam ayat ini adalah melambangkan kesempurnaan Allah. Perempuan Sunem, wanita yang tidak disebutkan namanya saja bisa mengalami perbuatan Tuhan yang besar.
Kalau kita belum tahu rencana Tuhan, karena mungkin belum dapat instruksi, maka lakukanlah apa yang kita tahu dulu sampai Tuhan memberikan instruksi atas rencanaNya yang lengkap.
Sebagai ayat penutup, kita baca di:
Pengkotbah 3: 11
(11) Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
Dalam bahasa Inggris disebutkan Everything, yang artinya semua rancangan Allah, baik untuk alam semesta maupun khususnya untuk Anak-Anak Tuhan. Dan semua itu terjadi indah pada waktu yang telah ditetapkanNya, bukan waktu dan maunya kita loh.
Tuhan tidak mau rencana kecil untuk individu, tapi bisa merusak rencana besarNya untuk keseluruhan. Dan kita harus percaya bahwa rencana Tuhan tidak akan bertabrakan dan merugikan, melainkan akan saling melengkapi.
Salam Damai Sejahtera,
Augustinus
* Tulisan disadur dari kotbah Ibadah Minggu 17sept2011 oleh Ketua Sinode Gereja Kemah Tabernakel Pluit Village Jakarta, Bp. Handoyo Santoso.













Shallom,
Menguatkan memberi ajaran yang Alkitabiah. Saya hendak bertanya? Saya beberapa waktu yg lalu berada pada posisi 2 pilihan pekerjaan. 1 mempertahankan kerja yg ada dgn gaji lebih besar tetapi berjumpa keluarga jarang, 2 kerja diJakarta dgn gaji dibawah pertama tetapi lebih dkat keluarga ( keluarga di Yogyakarta ). Setelah hmpir 2-3 mgg sya bergumul dan mash dalam kebimbangan saya memutuskan untuk pindah Jakarta. Tetapi setelah pindah ke Jakarta ternyata ada keputusan perusahaan 1 untk memberi kesempatan berjumpa keluarga 4x dlm setahun. Apa yang harus saya lakukan?
Terima kasih,
Hendrick