Home » NewLife » Bagaimana menjalankan Ibadah yang Benar, Berkualitas dan Menghasilkan dalam hidup

Bagaimana menjalankan Ibadah yang Benar, Berkualitas dan Menghasilkan dalam hidup

ibadah Bagaimana menjalankan Ibadah yang Benar, Berkualitas dan Menghasilkan dalam hidupSetiap orang termasuk diri kita sendiri merasa sudah menjalankan ibadah kepada Tuhan yang kita percaya dengan cara kita masing-masing.

Apakah ibadah tersebut hanya sebatas ritual dan rutinitas semata? apakah ibadah yang kita jalankan sudah memiliki kualitas seperti yang Tuhan kehendaki? Apakah ibadah tersebut sudah  memberikan hasil yang dapat menyelesaikan dan memecahkan setiap masalah yang kita hadapi?

Ibadah dan penyembahan seperti apakah yang disukai oleh Tuhan, sehingga ketika kita sudah mengetahuinya dan menjalankannya akan memberikan hasil sesuai dengan kualitas ibadah yang kita jalankan.

Mari kita pelajari lebih lanjut …

Kita buka dan baca ayat dari kitab Raja-Raja, yaitu di:

1 Raja-Raja 18:21
(21) Lalu Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata: “Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia.” Tetapi rakyat itu tidak menjawabnya sepatah katapun.

Di ayat tersebut menggambarkan bahwa Elia adalah gambaran tentang Tuhan Yesus. Ibadah yang benar adalah ketika Tuhan Yesus datang mendekati kita dan kita menyambutnya kedatanganNya.

Dan ditegaskan bahwa ibadah yang tidak benar atau timpang atau bercabang hati adalah ibadah yang datang dari 2 doktrin kepercayaan yang berbeda. Hidup diantara 2 opini yang berbeda, yaitu dari Allah dan dari Baal (Iblis).

Ibadah yang benar tidak dapat dicampur adukkan dengan:
1. Adat istiadat / Kebiasaan / Tradisi
2. Pikiran dan Opini kita sendiri / Andalkan diri sendiri atau motif yang beda dari kehendak Tuhan.
3. Pendapat Setan/Iblis

Misalnya, sudah beribadah ke gereja tapi masih percaya angka sial (angka 4, 13) kalo mau beli rumah jangan yang ada angka 4 atau 13 nya. Kalau mau bangun gedung / apartment gak boleh ada lantai 4 atau 13 nya.

Contoh lain, kalau mau pindahan rumah atau buka kantor baru, harus lihat tanggal baik. Kalau mau menikah harus tanya paranormal untuk tentukan tanggal yang baik. Bukankah semua hari adalah baik dimata Tuhan, sebab dia yang menciptakan hari dan seluruh alam semesta.

Lalu apakah ibadah yang benar pasti yang pengikutnya banyak dan sepertinya sedang jadi trend? kita baca ayat dibawah ini.

I Raja-Raja 18:22
22) Lalu Elia berkata kepada rakyat itu: “Hanya aku seorang diri yang tinggal sebagai nabi TUHAN, padahal nabi-nabi Baal itu ada empat ratus lima puluh orang banyaknya.

Gereja yang benar (gereja adalah gambaran diri kita sendiri dimana Tuhan Yesus yang menjadi Imamnya) tidak selalu dilihat dari jumlah orangnya.

Gereja yang banyak orang belum tentu sudah pasti ibadahnya benar. Jangan lihat dari banyaknya orang tapi lihatlah dari hasil ibadahnya. Ayat diatas mengungkapkan bahwa hanya Elia seorang diri yang masih teguh memegang iman percayanya kepada Allah, sementara ada 450 Nabi Baal dan banyak jumlah rakyat yang sudah mulai ikut-ikutan berpaling dari pada Allah.

Walaupun cuma sendiri, bagaimanakah hasilnya? kita baca selannjutnya..

1 Raja-Raja 18: 23 – 24
(23) Namun, baiklah diberikan kepada kami dua ekor lembu jantan; biarlah mereka memilih seekor lembu, memotong-motongnya, menaruhnya ke atas kayu api, tetapi mereka tidak boleh menaruh api. Akupun akan mengolah lembu yang seekor lagi, meletakkannya ke atas kayu api dan juga tidak akan menaruh api.(24) Kemudian biarlah kamu memanggil nama allahmu dan akupun akan memanggil nama TUHAN. Maka allah yang menjawab dengan api, dialah Allah!” Seluruh rakyat menyahut, katanya: “Baiklah demikian!”

Dari ayat diatas bisa kita perhatikan ada beberapa unsur dalam ibadah yang benar, yaitu:

1. Ada manusia yang hidup, yaitu ada Nabi Elia dan Nabi Baal dan rakyat yang menjadi saksi.
2. Ada masalah dalam hidup, ada korban bakaran diatas mezbah tapi tidak ada api.
3. Ada Tuhan yang memberikan solusi atas masalah, ada permintaan untuk menurunkan api supaya korban bakaran bisa terbakar.

Harus dipahami dulu bahwa ibadah bukan sekedar rutinitas, buat apa kalau tiap hari berdoa, tiap minggu beribadah ke gereja dan aktif dalam kegiatan rohani, tapi hidupnya tidak pernah mengalami kemenangan alias susah terus yang berkepanjangan dan tidak pernah bahagia.

Kita lanjutkan, lalu ibadah seperti apa yang seharusnya kita jalankan supaya Tuhan mau mendengar doa dan permohonan kita. Ada beberapa unsur yang harus dipenuhi, antara lain:

1. Ketika beribadah, kita harus kenal Tuhan kita secara pribadi, harus kenal siapa Tuhan yang kita sembah, siapakah Dia? harus kenal suaraNya dan harus nurut sama petunjukNya.
2. Kita harus meminta dalam doa atas masalah – masalah kita, jadi harus tahu kemana dan kepada siapa kita harus meminta?
3. Tuhan menjawab doa dan permohonan kita, artinya punya kepastian jawaban atas segala permasalahan kita.

Bukankah manusia secara insting sudah menyadari bahwa ada satu kekuatan yang ada di bumi ini yang lebih besar dari kekuatan dirinya sendiri. Tapi berhati-hatilah kepada siapa kita meminta pertolongan.

Kalau ibadah yang benar, berapa besarpun masalah kita, pasti bisa diatasi, sebab Tuhan tidak mengenal besar kecilnya masalah kita. Apakah yang menurut kita besar, tidak demikian menurut Tuhan.

Sekarang bagaimana cara memperbaiki ibadah yang sudah terlanjur salah?

1 Raja-Raja 18:30
(30) Kata Elia kepada seluruh rakyat itu: “Datanglah dekat kepadaku!” Maka mendekatlah seluruh rakyat itu kepadanya. Lalu ia memperbaiki mezbah TUHAN yang telah diruntuhkan itu.

Bagaimana caranya? sangatlah jelas instruksi yang diberikan Tuhan bagi kita untuk menjalankan ibadah yang berkualitas dan benar dihadapanNya, yaitu dengan cara datang kepada Yesus.

Ya benar, sekarang giliran kita yang harus datang kepada Tuhan Yesus. Kita harus mau terima undangan Tuhan, maksudnya jangan lagi hidup dari 2 opini, tetapi harus memilih hidup menurut aturan Tuhan.

Perintah yang sederhana dari Nabi Elia, yaitu Datanglah dekat padaku, dan rakyat itupun mengikuti perintahnya. Dan setelah itu mulai ada perbaikan dalam hidup, yaitu mezbah Tuhan yang runtuh diperbaiki kembali, artinya tempat kita menaikkan doa, jalur komunikasi kita dengan Tuhan harus dibenarin dulu baru bisa menaikkan doa dan permohonan.

Setelah mezbah Tuhan diperbaiki = hubungan kita dengan Tuhan sesudah diperbaiki, lalu apalagi?

1 Raja-Raja 18: 31 – 33
(31) Kemudian Elia mengambil dua belas batu, menurut jumlah suku keturunan Yakub. –Kepada Yakub ini telah datang firman TUHAN: “Engkau akan bernama Israel.” –(32) Ia mendirikan batu-batu itu menjadi mezbah demi nama TUHAN dan membuat suatu parit sekeliling mezbah itu yang dapat memuat dua sukat benih.(33) Ia menyusun kayu api, memotong lembu itu dan menaruh potongan-potongannya di atas kayu api itu.

Arti kata Yakub yang sebenarnya adalah Penipu,
Arti kata Israel adalah Pangeran Tuhan.

Maksud dari ayat diatas adalah ketika kita sudah memperbaiki hubungan kita dengan Tuhan, lalu segera tinggalkan gaya dan aturan hidup yang lama yang sembrono, masih percaya tahayul, hidup dalam tradisi dan masih mengikuti pendapat dan opini pribadi, apalagi masih percaya pada pendapat Iblis. Dan mulailah hidup yang baru yang sejalan dan sesuai dengan Firman yang telah diberikan Tuhan kepada kita.

Kita harus tahu, sebelum mengenal Tuhan, kita adalah Yakub, dan setelah mengenal Tuhan, kita adalah Israel. Kita harus tahu siapa kita dulu dan siapa kita sekarang.

Selain itu, kita harus mampu membuat parit, artinya batasan yang jelas tentang mana yang boleh dan mana yang tidak boleh yang sesuai kehendak dan Firman Tuhan. Kita harus mulai berani berkata “Tidak” pada sesuatu yang kita tahu hasilnya tidak akan membuat Tuhan senang.

Lalu, diperlukan 2 Sukat Benih, artinya kita perlu membaca, memahami,  menyimpan dan menuruti 2 perjanjian Tuhan dalam hidup kita, yaitu firman Tuhan yang tertuang dalam perjanjian lama dan perjanjian baru.

Kita harus menjalani hidup dalam Firman Tuhan dan memohon pertolongan Tuhan untuk memberikan Kuasa FirmanNya agar kita mampu menjalankan ibadah kita dan mempertanggungjawabkan di kemudian hari.

Apalagi yang harus kita lakukan agar ibadah kita sempurna dihadapan Tuhan sebagai sebuah persembahan yang mau diterima Tuhan..

1 Raja-Raja 18 : 34 – 35
(34) Sesudah itu ia berkata: “Penuhilah empat buyung dengan air, dan tuangkan ke atas korban bakaran dan ke atas kayu api itu!” Kemudian katanya: “Buatlah begitu untuk kedua kalinya!” Dan mereka berbuat begitu untuk kedua kalinya. Kemudian katanya: “Buatlah begitu untuk ketiga kalinya!” Dan mereka berbuat begitu untuk ketiga kalinya,(35) sehingga air mengalir sekeliling mezbah itu; bahkan parit itupun penuh dengan air.

Lalu Nabi Elia berkata, penuhilah empat buyung dengan air, maksudnya air disini adalah penuhilah hidup kita dengan Firman Tuhan setiap saat, 4 buyung adalah gambaran 4 Firman Injil Tuhan (Matius, Markus, Lukas, Yohanes) yang menjadi tonggak permulaan perjanjian kita manusia berdosa yang telah diperbaharui oleh Tuhan Yesus.

Lalu berbuatlah untuk ketiga kalinya, artinya adalah kita harus hidup seperti Yesus, 3 adalah lambang dari kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus, kita harus menguburkan diri kita yang lama yang sudah mati, dan mulai memakai hidup kita sebagai ciptaan yang baru yang hidupnya sesuai dengan jalan yang diajarkan oleh Tuhan Yesus.

Baik, setelah semua persiapan dipenuhi, sekarang bagaimanakah cara kita berdoa agar permohonan kita dijawab oleh Tuhan..

Matius 6:6
(6) Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Ayat ini adalah satu dari parit / batasan yang jelas yang diajarkan Tuhan Yesus langsung kepada kita ketika mau berdoa, mau berkomunikasi dengan Allah Bapa yang di Surga, yaitu masuklah ke dalam kamarmu dan tutuplah pintu. Saat kita berdoa adalah saat kita ngobrol secara pribadi dengan Allah, saat kita curhat dan menaikan segala keluh-kesah kita kepada Allah.

Berdoalah kepada Bapamu yang ada ditempat tersembunyi, memang tidak  semua dari kita bisa melihat Allah secara kasat mata, tapi berdoalah dengan sungguh-sungguh, sebab Allah Bapa yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu, maksudnya Allah melihat kesungguhan hati kita ketika menaikkan doa kepadaNya.

Lalu bagaimanakah cara berdoa yang didengar oleh Allah Bapa?

1 Raja-Raja 18: 36 – 39
(36) Kemudian pada waktu mempersembahkan korban petang, tampillah nabi Elia dan berkata: “Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu dan bahwa atas firman-Mulah aku melakukan segala perkara ini.(37) Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali.”(38) Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya.(39) Ketika seluruh rakyat melihat kejadian itu, sujudlah mereka serta berkata: “TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!”

Perhatikan baik-baik, Nabi Elia menyebutkan Ya Tuhan, Allah Abraham, Ishak dan Israel.

Kenapa bukan Yakub?
Sebab Nabi Elia kenal benar siapa Allah yang disembah, begitu juga dengan kita, jika mau doa-doa kita didengar oleh Allah, maka kita harus kenal baik siapakah Allah yang kita sembah? Sasaran doa harus benar dari awalnya.

Pada hari ini biarlah diketahui orang bahwa Engkaulah Allah ditengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu dan atas firman-Mulah aku melakukan perkara ini. Kita juga harus punya motif yang benar dalam berdoa, kalau kita minta sesuatu yang tidak sesuai firman Tuhan, sudah pasti doa tidak akan dijawab. Selain itu, kita harus tahu siapa diri kita dan kita melakukan atas dasar firman Tuhan yang kita percayai.

Lalau, ia berkata: Jawablah aku, banyak orang berdoa seperti tidak meminta jawaban, berdoa dengan kata-kata yang sama yang sudah menjadi rutinitasnya, sehingga tidak ada permintaan dalam doa yang spesifik.

Prinsipnya:
Tuhan berbicara – kita dengar dan kita lakukan.
Ketika ada masalah – kita berdoa dan Tuhan menjawab doa.

Doa tidak dilihat dari bobot kata-katanya, tidak harus berpantun dan dirangkai seperti mau dipuji orang lain. Berdoa dengan hati, keluarkan isi hati dan apa yang anda rasakan dan yang anda perlukan.

Allah menjawab doa Nabi Elia secara instan, banyak orang mengharapkan hal ini terjadi juga dalam doa-doanya, padahal belum tentu seperti itu. Biasa saja Allah mau menjawabnya nanti, besok, 3 hari bahkan 3 tahun lagi, sesuai dengan kesiapan kita dan ketekunan dan ketaatan kita menurut firmanNya.

Jawaban doa yang seperti apa yang diberikan oleh Tuhan?

Perhatikan apa yang dibakar oleh api Tuhan, yaitu lembu/korban bakaran, kayu, batu, tanah, air. Secara ilmu pengetahuan kalau lembu terbakar itu wajar, kayu dan air sampai kering terbakar juga wajar. Tapi kalau batu dan tanah sampai terbakar habis, ini tidak wajar dan masuk akal.

Memang, seringkali jawaban Tuhan atas doa-doa kita tidak masuk akal. Jalan Tuhan tidak bisa diselami dan dijangkau oleh akal pikiran manusia.

Jadi, biarlah masing-masing dari kita menyadari dan mulai mengkoreksi diri, seperti apakah ibadah kita dan seperti apakah hidup kita saat ini. Apakah sudah memperoleh kemenangan dan mulai masuk ke tanah kanaan yang penuh dengan susu dan madunya? atau masih terus mengalami kekalahan dan menderita dalam gurun pasir yang gersang dan sepertinya tidak ada harapan. Jangan berputus asa, datang dan hampirilah Tuhan, dan Ia dengan tangan terbuka akan menyambut kita…

Salam Damai Sejahtera,

Augustinus

* Tulisan disadur dari kotbah Ibadah Minggu 4sept2011 oleh Ketua Sinode Gereja Kemah Tabernakel Pluit Village Jakarta, Bp. Handoyo Santoso.

One Response to Bagaimana menjalankan Ibadah yang Benar, Berkualitas dan Menghasilkan dalam hidup

  1. Webmaster, I am the admin at SEOPlugins.org. We profile SEO Plugins for WordPress blogs for on-site and off-site SEO. I’d like to invite you to check out our recent profile for a pretty amazing plugin which can double or triple traffic for a Worpdress blog and we just posted a video showing the plugin in action. You can delete this comment, I didn’t want to comment on your blog, just wanted to drop you a personal message. Thanks, Rich

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>