Home » NewLife » Bagaimana Cara Mengelola Berkat yang Sejalan dengan Perintah Tuhan

Bagaimana Cara Mengelola Berkat yang Sejalan dengan Perintah Tuhan

 Bagaimana Cara Mengelola Berkat yang Sejalan dengan Perintah TuhanHampir disetiap doa-doa kita, pasti ada terselip permohonan untuk diberi kemudahan mendapatkan berkat, dan yang paling favorit adalah permintaan berkat berupa materi seperti uang dan harta kekayaan.

Begitu banyak berkat yang bisa kita nikmati setiap harinya, dari mulai berkat keselamatan, berkat kesehatan, berkat ekonomi, berkat kebahagian dan berkat yang lain sebagainya yang tidak bisa disebutkan satu per satu.

Tapi sekarang pertanyaannya adalah bagaimana cara mengelola berkat yang sudah kita terima dan nikmati yang sesuai dengan firman Tuhan. Agar berkat yang kita dapat benar-benar berkat yang bisa kita nikmati bersama orang tersayang. Karena banyak juga orang yang menerima berkat, tapi bukan menikmatinya malah kena kutuk.

Mari kita pelajari lebih lanjut …



Kita buka dan baca ayat dari Lukas 16: 1-2

(1) Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya.(2) Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara.

Dalam terjemahan bahasa Inggris lebih jelas lagi tentang jabatan yang dimaksud oleh Tuhan Yesus, yaitu:

(1) ALSO [Jesus] said to the disciples, There was a certain rich man who had a manager of his estate, and accusations [against this man] were brought to him, that he was squandering his [master's] possessions.(2) And he called him and said to him, What is this that I hear about you? Turn in the account of your management [of my affairs], for you can be [my] manager no longer.

Dari ayat diatas, disebutkan:

Ada orang kaya, yaitu Allah Bapa sendiri
Ada Manager (bukan Bendahara), siapakah Manager tersebut?

Ya benar, Manager tersebut adalah masing-masing dari kita.

Kita semua yang telah diberi kuasa untuk mengelola aset Tuhan yang dipercayakan seperti Tubuh ini, kepintaran, uang dan talenta serta karunia tertentu.

Pada masanya nanti Tuhan akan menuntut pertanggung-jawaban atas account yang kita kelola.

Kita perjelas lagi dengan pembacaan ayat dibawah ini…

Kejadian 2:15
(15) TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

Tugas pertama yang diberikan kepada Adam adalah memelihara kualitas taman Eden, lalu mengusahakan supaya bisa bertumbuh. Secara pengertian rohani artinya, kita dipercaya untuk memelihara dan mengusahakan benih Iman yang ada pada diri kita masing-masing.

Tuhan yang kasih modalnya, kita yang mengusahakan, setelah bertumbuh kita sebagai Manager boleh menikmati apa yang menjadi milik kita dan apa yang menjadi milik Tuhan harus dikembalikan kepada Tuhan.

Jadi, Allah yang memberikan modal Iman dan kita yang harus menjaga dan mengusahakan Iman tersebut.

Apakah benar jika orang suka memohon dalam doa nya untuk ditambahkan imannya? baiknya kita baca referensi firman dibawah ini:

Lukas 17:5-6
(5) Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: “Tambahkanlah iman kami!”(6) Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”

Iman tidak untuk ditambah tapi untuk bertumbuh. Benih iman datang dari Tuhan dan kita yang harus mengusahakannya.

Account yang dipercayakan memang harus bertambah atau bertumbuh tapi harus sejalan dengan pertumbuhan iman kita.

Hamba Tuhan yang baik, sangat kelihatan sekali apakah ia mampu mengelola pertumbuhan imannya diatas pertumbuhan talentanya.

Sebenarnya apakah yang sering membuat kita tidak bisa mengelola berkat secara maksimal?

2 Samuel 20: 4-5
(4) Berkatalah raja kepada Amasa: “Kerahkanlah bagiku orang-orang Yehuda dalam tiga hari, kemudian menghadaplah lagi ke mari!”(5) Lalu pergilah Amasa mengerahkan orang Yehuda, tetapi ia menunda-nunda tugas itu sampai melewati waktu yang ditetapkan raja baginya.

Kendala terbesar manusia tidak bisa mengelola berkatnya secara maksimal adalah karena sering menunda-nunda atau tidak bisa mengelola waktu.

Kegagalan terbesar karena tidak bisa mengelola waktu, baik untuk Tuhan, untuk kerja, untuk keluarga, dan untuk diri sendiri seperti tidur dan berolah raga.

Kalau tidak bisa kelola waktu dengan baik, maka jangan salahkan Tuhan kalau hidup kita bisa berantakan semuanya. Waktu adalah milik Tuhan oleh sebab itu umur kita pun di tangan Tuhan.

Apakah mengelola berkat ini juga berlaku di lingkungan keluarga?

Kejadian 33:5
(5) Kemudian Esau melayangkan pandangnya, dilihatnyalah perempuan-perempuan dan anak-anak itu, lalu ia bertanya: “Siapakah orang-orang yang beserta engkau itu?” Jawab Yakub: “Anak-anak yang telah dikaruniakan Allah kepada hambamu ini.”

Keluarga adalah karunia Tuhan. Ia yang memberikan. Ia yang mempersatukan suami-istri, tapi perkawainan yang diberkati Tuhan harus dikelola dengan baik oleh pasangan tersebut.

Apakah jumlah anak yang kita peroleh adalah rencana Tuhan atau rencana kita sendiri?

Yang benar adalah rencana manusia, kecuali ketika tidak bisa mempunyai keturunan, maka Tuhan yang akan turut campur untuk memberikan solusi atas masalah tersebut.

Siapa yang harus bertanggung-jawab untuk mengelola berkat?

1 Timotius 3:4-5
(4) seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya.(5) Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah?

Seorang kepala keluarga harus mampu mengelola rumah tangganya dengan baik. Jadi manager jangan banyak protes tapi banyak kerja, harus belajar mengelola dengan baik.

Alkitab tidak pernah mencatat ada perkataan jodoh. Perkawinan adalah kesepakatan dua orang yang mau menjalani hidup bersama.

Tuhan tidak mengharuskan kita menikah, tetapi dikasih peluang untuk menikah.

Berkat apakah yang harus dikelola dengan baik oleh seorang wanita?

1 Petrus 3:3-5
(3) Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,(4) tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.(5) Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,

Kalau dilihat dari ayat diatas, apakah kesimpulannya wanita tidak boleh berdandan untuk mempercantik dirinya, atau tidak boleh mengenakan perhiasan yang bagus dan mahal?

Sudah pasti boleh, asalahkan berdandan dan mempercantik diri dan menggunakan perhiasan dengan motif yang benar yang sesuai dengan firman Tuhan, dan yang terlebih penting adalah apakah imannya sudah bertumbuh lebih dari penampilannya.

 

Salam Damai Sejahtera,

Augustinus

* Tulisan disadur dari kotbah Ibadah Minggu 30 Oktober2011 oleh Ketua Sinode Gereja Kemah Tabernakel Pluit Village Jakarta, Bp. Handoyo Santoso.

2 Responses to Bagaimana Cara Mengelola Berkat yang Sejalan dengan Perintah Tuhan

  1. terima kasih kerana share info yang sangat baik

  2. Mantap artikelnya pak. Sangat memberkati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>